Demonstrasi masa pro
demokrasi Hong Kong makin masif, dan meluas Selasa (1/10/2019). Karena pengunjuk rasa makin nekad, dengan melakukan
Demo di hari nasional China, sehingga eskalasi kekerasan meningkat antara
pengunjuk rasa dan aparat kepolisian.
kami rilis dari Reuters dilaporkan bahwa sejumlah pengunjuk rasa, terkena tembakan polisi. Sebanyak 31 orang terluka dan dua orang kritis, kebanyakan dari mereka masih remaja.
"Polisi Hong Kong, mereka semuanya hilang akal," kata seorang pengunjuk rasa Jerry, 26 tahun. "Mereka hanya mengikuti arahan. Mereka bilang melindungi yang tinggal tapi mereka melihat orang sebagai objek," tulis Reuters
kami rilis dari Reuters dilaporkan bahwa sejumlah pengunjuk rasa, terkena tembakan polisi. Sebanyak 31 orang terluka dan dua orang kritis, kebanyakan dari mereka masih remaja.
"Polisi Hong Kong, mereka semuanya hilang akal," kata seorang pengunjuk rasa Jerry, 26 tahun. "Mereka hanya mengikuti arahan. Mereka bilang melindungi yang tinggal tapi mereka melihat orang sebagai objek," tulis Reuters
Polisi mengatakan apa
yang dilakukan aparat adalah upaya pertahanan diri. "Sekelompok besar
pembuat onar menyerang polisi di (wilayah) Tsuen Wan," kata polisi dalam
pernyataan persnya
"Polisi sudah memberi peringatan, tapi mereka tetap menyerang. Seorang polisi bahkan berada dalam bahaya. Untuk menolong mereka dan yang lain, polisi membalas si penyerang,".
"Polisi sudah memberi peringatan, tapi mereka tetap menyerang. Seorang polisi bahkan berada dalam bahaya. Untuk menolong mereka dan yang lain, polisi membalas si penyerang,".
Sebuah potongan video yang diunggah di media sosial, ada
gambar, seorang pria berusia 18 tahun yang tidak disebutkan namanya,
mengayunkan tongkat ke polisi. namun, ketika rekaman diperlambat, sebuah
cahaya putih muncul di ujung laras pistol yang menuju ke dada pemrotes,
dari
jarak satu meter. Pemrotes tersandung polisi lain dan jatuh terlentang.
Dalam video terlihat pemrotes yang terbaring, selama
beberapa saat, kemudian melepas topengnya seraya memanggil bantuan dengan
lemah, mengatakan dadanya sakit dan meminta ke rumah sakit. seorang polisi
kemudian berlutut di sampingnya dan mulai merawat luka pengunjuk rasa.
Beberapa demonstran terlihat memegang tanda yang mengatakan
"Bukan Hari Nasionalku, Bangga menjadi orang Inggris sejak 1841" ujar demontran, pada tanggal 1 oktober sebagai
hari nasional RRC, di luar konsulat Inggris di Admiralty, seperti yang dilansir
dari CNBC Internasional.
Dalam membubarkan demonstrasi polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet. Terjadi kebakaran sehari sebelumnya , dan toko-toko yang rusak terlihat di banyak titik di kota Hong Kong.
Dalam membubarkan demonstrasi polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet. Terjadi kebakaran sehari sebelumnya , dan toko-toko yang rusak terlihat di banyak titik di kota Hong Kong.
Demonstrasi di pusat keuangan global itu sudah terjadi
selama 18 minggu, Demonstarn awalnya Melakukan
protes damai, namun kerap berakhir dengan kekerasan di tiap akhir pekan.
Gejolak ini bermula dari protes terhadap UU Ekstradisi, yang telah dibatalkan, yang akan memungkinkan kriminal Hong Kong di ekstradisi ke daratan China. Demo sekarang telah berubah menjadi upaya demokratisasi Hong Kong.
Gejolak ini bermula dari protes terhadap UU Ekstradisi, yang telah dibatalkan, yang akan memungkinkan kriminal Hong Kong di ekstradisi ke daratan China. Demo sekarang telah berubah menjadi upaya demokratisasi Hong Kong.
Nampaknya AS dan Inggris sudah memainkan pion
pionya untuk menyerang Cina melalui Hongkong.
