Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara tak langsung mmembawa berkah dan membuka tirai masa lalu. Karena di lokasi Karhutla, ditemukan benda-benda bersejarah yang berasal dari zaman Kerajaan Sriwijaya, dan Kesultanan Palembang.
Ditemukan benda-benda purbakala di lahan gambut yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, kawasan Pesisir Timur Sumatera. Lokasi persisnya di Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, dan Air Sugihan.
Di beberapa lokasi lahan gambut yang terbakar menyibak banyak sejarah peninggalan masa lalu, yang muncul ke permukaan. Beberapa benda peninggalan tersebut berupa perhiasan dan logam mulia
Di beberapa lokasi lahan gambut yang terbakar menyibak banyak sejarah peninggalan masa lalu, yang muncul ke permukaan. Beberapa benda peninggalan tersebut berupa perhiasan dan logam mulia
Barang barang itu berupa emas, perhiasan kuno mata kucing berbentuk kalung buatan Mesir, dan negara Indopasifik. Ada juga yang menemukan perhiasan kuno lainnya. Jika dilihat dari ukiran, dan bentuknya, emas itu buatan zaman Kedaulatan Datu Sriwijaya pada abad ke-9 hingga ke-14.
Dalam kawasan tersebut ditemukan juga artefak yang berasal dari kapal, seperti kemudi, papan, serta dayung.
Dalam kawasan tersebut ditemukan juga artefak yang berasal dari kapal, seperti kemudi, papan, serta dayung.
Ada dugaan kawasan pesisir timur Sumatera dulunya, merupakan kawasan perdagangan atau pelabuhan besar Kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.
Sementara aktivitas warga memburu barang peninggalan masa lalu di wilayah bekas kebakaran lahan tersebut, ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Pada saat itu terjadi Karhutla paling parah di OKI.
Sementara aktivitas warga memburu barang peninggalan masa lalu di wilayah bekas kebakaran lahan tersebut, ternyata sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Pada saat itu terjadi Karhutla paling parah di OKI.
Penemuan sebelumnya pada saat pada tahun 2015 ditemukan peninggalan paling tua, yang berasal dari abad ke-7 di kawasan Karang Agung.Sedangkan di Air Sugihan, banyak ditemukan peninggalan kuno pada abad ke-9 hingga ke-12.
Semenatar itu di kawasan Cengal ditemukan peninggalan kuno dari abad ke-12 hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam. Dari hasil penemuan tersebut, diduga ada pergeseran lokasi pusat perdagangan dari masa Sriwijaya ke Kesultanan Palembang.

