Inilah Kondisi Perdagangan di Tanah Abang, Sepi ?



Benarkah Perdagangan online yang menjadi salah satu dugaan mengapa kunjungan ke ritel offline menjadi cenderung menurun seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kondisinya relatif sepi ?. Kondisi ini juga diperkuat oleh pengakuan banyak pedagang yang mengaku mengalami penurunan penjualan sangat drastis dalam setahun terakhir.

Pedagang ada yang berpendapat karena kelesuan ekonomi, tapi juga ada yang menganggap karena dampak perdagangan online. Jika, karena perdagangan online, apakah pedagang bermigrasi ke toko online? Jawabannya justru mengejutkan.

Dari pengakuan para pedagang yang dimintai keterangan, tak semua pedagang offline di Pasar Tanah Abang berminat pindah ke online. Pedagang grosir masih mengandalkan toko fisik sebagai lapak jualannya. Mereka tidak memiliki toko online atau mengandalkan platform apapun meski mengetahui manfaat yang bisa diperoleh lebih besar.

Pasalnya pelanggan saat ini sudah cukup banyak. Pelanggannya juga kebanyakan para pelapak online. Dengan pelanggan yang ada, dia menganggap penjualannya sudah mencukupi.

"Kalau saya grosir, pembeli online kan rata-rata eceran," kata agus sabtu (23/11/2019).

Para pelanggan agus tidak selalu harus bertatap muka dengannya ketika berbelanja. Pembeli dapat menghubunginya melalui WA. Agus pun mengaku memang sempat berniat untuk mengandalkan platform online ke depannya. Namun, ia sempat mengakui beberapa pelanggannya yang jualan online, juga kini sedang dilanda kelesuan penjualan.



Pedagang kerudung, Tuty, mengaku sudah membuat akun untuk penjualan online. Instagram dan beberapa marketplace ternama akan menjadi lapak barunya. Namun, kondisinya juga sepi.

"pEsanan eceran rata rata. Udah gitu sepi juga, tahu deh mas" kata Tuti.

Meski sudah berjualan di online, Tuty tetap akan berjualan di kiosnya. Barang pesanan akan diambil dari sana. 

Penjualan offline masih tetap dibutuhkan. Pembeli merasa perlu mengecek kondisi fisik barang, terutama ketika membeli dalam jumlah banyak.

Cici, pembeli asal Pamulang, Tangerang Selatan, mengatakan datang ke Tanah Abang secara langsung untuk memastikan kualitas pakaian yang dibelinya. Ia akan membeli dalam partai besar untuk dipakai sebagai seragam pengajian.

"Harus dicek dong seragamnya cocok atau tidak," kata Cici yang datang bersama 2 temannya.

CNBC Indonesia sempat menyambangi kawasan Pasar Tanah Abang pada Selasa Sore (19/11) sekitar pukul 16.00. Arus lalu lintas dari arah Jati Baru dan Stasiun Tanah Abang juga sangat lancar, tak mencerminkan anggapan bahwa jalan di sekitar Pasar Tanah Abang yang selalu identik dengan kepadatan.

Dirut PD Pasar Jaya Arief Nasrudin membantah soal transaksi perdagangan yang sepi di Pasar Tanah Abang. Menurutnya, kondisi di sana merupakan persaingan antar pedagang dan juga pelanggan yang sudah mengorder barang melalui online dan sambungan telepon sehingga memang tak perlu datang langsung ke Tanah Abang.

Tapi apapun alasanya memang diakui hampir semua pedagang omzet mereka mengalami penurunan.

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama