Pada tahun 1981, pemimpin hak-hak sipil Afrika-Amerika, Queen Mother Moore, mengunjungi Inggris dalam sebuah tur, Hal ini berdampak abadi pada sejarah budaya kulit hitam di Inggris. Kedatangannya setelah pemberontakan Brixton London,memberikan pelajaran dari gerakan di A.S. kepada kulit citam di Inggris.
Hal ini tentunya mengilhami fondasi budaya kulit hitam di Inggris dan masuk dalam arsip budaya kulit hitam Inggris. Dan yang terepenting adalah sebagai sebuah monumen yang hidup dalam sejarah dan budaya kulit Hitam.
Untuk merayakan Bulan Sejarah Kulit Hitam di Inggris pada bulan Oktober lalu, Google Arts & Culture bermitra dengan Black Culture Archive (BCA) untuk menghadirkan koleksi gambar, artefak, dan karya seni yang unik secara online untuk pertama kalinya.
Berbasis di Brixton London, BCA adalah satu-satunya pusat warisan nasional yang didedikasikan untuk mengumpulkan, melestarikan dan merayakan sejarah orang-orang Afrika dan Karibia di Inggris. Dengan proyek ini, Google Arts & Culture telah mendigitalkan lebih dari 4.000 item dari BCA untuk membantu menginspirasi dan mendidik.
Koleksinya menampilkan lebih dari 30 cerita online, termasuk gerakan Perempuan Kulit Hitam di Inggris, evolusi tarian Inggris Hitam dan koleksi lukisan dan keramik oleh seniman kelahiran Jamaika Rudi Patterson. Berkat teknologi Art Camera, kini kita dapat mempelajari detail rumit karya seni yang baru didigitalkan dalam resolusi Gigapixel.
Musim panas yang lalu, Google Arts & Culture juga bermitra dengan Somerset House London untuk mendigitalkan dan berbagi cerita dari pamerannya yang baru-baru ini yaitu Up Up, Stand Up Now, yang mengeksplorasi 50 tahun terakhir kreativitas kulit hitam di Inggris dan sekitarnya.
Kemitraan ini memuncak dalam kolaborasi baru dengan Samm Henshaw, yang diakui oleh YouTube Music UK sebagai artis pendatang baru "One To Watch". Terinspirasi oleh generasi perintis kreatif yang ditampilkan dalam pameran Somerset House, Samm menulis lagu asli untuk menghormati “ibu pertiwi” dan mengundang seniman visual Wumi Olaosebikan untuk menyumbangkan respons kreatif terhadap lagunya melalui lukisan.
Ini adalah terobosan baru paterna melalui digital jadi tidak perlu ke Inggris untuk memahaminya.
Ini adalah proyek Google Arts & Culture yang paling ambisius hingga saat ini di Afrika, dan memungkinkan Anda menjelajahi Kenya lintas budaya, generasi, dan geografi melalui lebih dari 10.500 foto resolusi tinggi, lebih dari 100 pameran yang dikuratori oleh para ahli dan 60 Street Views.
Untuk menjelajahi kisah luar biasa ini secara lebih rinci, dan untuk menemukan koleksi dari lebih dari 2.000 museum di seluruh dunia, kunjungi aplikasi Google Arts & Culture secara gratis di web atau di iOS atar Android
M Rajesh Adam melaporkan untuk Helmi Adam Channel


