in memoriam
Waktu Natal atau Tahun Baru Masehi sudah dekat. Saya jadi ingat dialog seoarang teman saya dengan Kyai Kampung. Begini kisahnya :
Saya datang bersama teman saya yang beragama Kristen, Tepatnya tanggal 26 Desember 1987. Ketika itu teman saya protes, karena seksi rohani islam, kok ngak ngucapin selamat natal kepadanya. Saya kemudian mengajaknya jalan menemui Kyai kampung langganan saya diskusi. Tapi saya tidak kasih tahubahwa dia adalah seorang kyai.
“Assalamualaikum” kata ku menyapa pak kyai sedang membersihkan halaman nya dari daun pohon belimbing.
“Walaikum salam” jawab pak kyai
Pak kyai menatap saya dan teman saya yang memakai kalung salib, kemudian di menyuruh kami masuk dan menyediakan hidangan makan pagi yng banyak sekali.
Kemudian sang Kyai duduk bersama kami, kami pun langsung berdua memakan makanan yang disediakan pak kyai, ada pisang goreng, onggol ongol, ketan urap, tempe jaket, tahu jaket, sambel kacang dan ganasturi.
Selesai kami makan, pak kyai bertanya pada teman saya yang Kristen."Bagaimana natalmu? "
Mendengar pertanyaan yang lembut itu, David langsung kaget, mungkin dalam hati David bertanya, “kok si babe tahu yah, agama gue?”
Mendengar pertanyaan yang lembut itu, David langsung kaget, mungkin dalam hati David bertanya, “kok si babe tahu yah, agama gue?”
"Ba..baik, be” jawab david agak gugup karena kaget.
“ngak usah Kaget, babe tahu agama adik Kristen, dari kalung di dalam kaos kamu yang masih terlihat” kata babe dengan senyuman yang ramah.
“Terus, babe kok tidak mengucapkan selamat natal pada saya.?" tanya david pada pak kyai.
Kyai senyum , "Tidak, Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!"
Kyai senyum , "Tidak, Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!"
"Tapi kenapa..? Bukankah hanya sekedar kata2..? Tanya david
Kyai dengan ramahnya berkata ,"Benar....Saya menjadi muslimpun karena hanya sekedar kata2, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat.Saya halal menggauli istri sayapun, karena hanya sekedar kata2 yaitu akad nikah, dan....Istri saya yg sa'at ini sedang halal saya gaulipun bisa kembali menjadi haram atau zina jika saya mengucapkan kata talak atau cerai, padahal hanya sekedar kata2.
"Tapi be, banyak tuh, teman2 muslim saya yang mengucapkannya pada selamat natal..?" kata David.
"Ooh...mungkin mereka belum faham dan mengerti.” Kata kyai dengan santai,kemudian pak kyai seperti sedang berfikir beberapa saat,
Kyai dengan ramahnya berkata ,"Benar....Saya menjadi muslimpun karena hanya sekedar kata2, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat.Saya halal menggauli istri sayapun, karena hanya sekedar kata2 yaitu akad nikah, dan....Istri saya yg sa'at ini sedang halal saya gaulipun bisa kembali menjadi haram atau zina jika saya mengucapkan kata talak atau cerai, padahal hanya sekedar kata2.
"Tapi be, banyak tuh, teman2 muslim saya yang mengucapkannya pada selamat natal..?" kata David.
"Ooh...mungkin mereka belum faham dan mengerti.” Kata kyai dengan santai,kemudian pak kyai seperti sedang berfikir beberapa saat,
Ohya, bisakah kau mengucapkan dua kalimat Syahadat David?! " Tanya pak kyai dengan lembut.
David dapat pertanyaan itu langsung kaget“tidak be, saya tidak bisa...karena Itu akan mengganggu Keimanan saya..!"
"Kenapa? Bukankah hanya kata2 toleransi saja? Ayo, ucapkanlah.." Tanya pak kyai dengan ramah dan ingin tahu.
David terdiam bebarapa saat dan kemudian bekata,
" Ok ok..sekarang, saya paham dan mengerti.."
Inilah yang menyebabkan BUYA HAMKA, memilih meninggalkan jabatan Dunia, sebagai Ketua MUI. ketika didesak pemerintah untuk mengucapkan natal.
"Semoga Di hari Natal Tuhan memberikan Jalan Yang Lurus, buatmu dan keluarga David" itulah yang didoakan kyat untuk David.
"Lakum diinukum, waliyadiin" *untukmu agamamu dan untukku agamaku.*(QS. Alkafirun; 5)
Indahnya toleransi
