Sekolah
Taruhan nya Nyawa ?
SD Gentong di Pasuruan begitu bahagia tiga tahun yang
lalu ketika sekolahnya di bangun kembali. Guru dan murid begitu riang mendapatkan
gedung baru yang bersih, Namun sayangnya hanya tiga tahun saja, kebahagiaan
berubah menjadi malapetaka.
Saat
Guru sedang menjelaskan pelajaran, dan murid mendengar dengan antusias, tiba
tiba, tidak ada angin, dan tidak ada hujan, sekolah ambruk menimpa guru, dan murid
yang sedang berjuang untuk masa depan Indonesia.
Bangunan
runtuh yang menyebabkan dua orang meninggal dunia, yang lain nya luka luka
luka. Yang paling menyedihkan ada korban
meninggal dunia. Siapa yang sangka seorang guru meninggal dunia, karena kecelakaan di dalam kelas.
Dan
Yang paling menyedihkan muridnya juga, ikut meninggal dunia ketika belajar di
dalam kelas. Padahal sedang membaca buku dan mendengarkan penjelasan guru.
Memang
takdir tidak dapat diduga, tapi usaha adalah yang terbaik untuk mencegah takdir
baik atau buruk. Jangan sampai masalah ini hanya diserahkan kepada takdir semata,
tapi harus diusut tuntas.
Masalahnya
jangan sampai ada kesan sekolah di Indonesia mempertaruhkan nyawa anak bangsa,
begitupun mengajar bagi guru guru. Padahal harusnya sekolah memberikan
kenyamanan dan keamanan begi anak didik dan guru.
Sehingga
murid menjadi trauma dengan sekolah dan belajar karena peristiwa ini. Hal Inilah
yang harus dicegah.
Akhirnya
Sekolah terkesam mahal, karena bisa merengut nyawa anak didik dan gurunya, Padahal
akibat kesalahan konstruksi sekolah.
Bangunan
yang baru dibangun tiga tahun lalu, begitu ringkih, dan mudah roboh, sehingga kita
bermain main dengan nyawa para pendidik, dan murid.
Kontraktor
harus bertanggung jawab karena telah lalai, dengan membangun konstruksi ala
kadarnya.
Mungkin
bukan hanya kontraktornya saja, tapi semua yang terlibat harus bertanggung jawab
termasuk Aparatur Negara didalamnya.
