Polisi
terlibat adu jotos dengan dua prajurit TNI di Jalan Bliyu, Kelurahan
Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang. Penyebabnya karena adanya
kesalahpahaman saat berkendara.
Perkelahian
tersebut terekam video, dan beredar luas di media sosial setelah diunggah
sejumlah akun Instagram, Selasa (12/11). Video berdurasi 21 detik itu
memperlihatkan seorang anggota Sabhara berpakaian lengkap berkelahi dengan dua
orang berpakaian biasa yang belakangan baru diketahui merupakan anggota TNI.
Kejadian itu menjadi
tontonan pengendara, dan paling memprihatinkan yaitu, tak satu pun warga melerai perkelahian
tersebut. Mereka nampak hanya menyaksikan dari dekat setelah menghentikan
kendaraannya.
Perkelahian yang melibatkan
aparat keamanan tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol
Supriadi. Dia menjelaskan, polisi tersebut merupakan anggota Sabhara
Polrestabes Palembang inisial Bripda NF. Sedangkan TNI adalah berinisial Serda
AN dan dan Serda BF
"Benar, di dalam video
itu anggota polisi dan dua anggota TNI," ungkap Supriadi, Rabu (13/11).
Dikatakannya, dari
keterangan ketiganya, perkelahian tersebut dilatarbelakangi selisih paham saat
berkendara. Namun, Bripda NF tidak mengetahui kedua lawannya adalah anggota
TNI.
"Mereka cekcok mulut
dan akhirnya berkelahi. Anggota TNI waktu itu berpakaian bebas, anggota kita
tidak tahu," ujarnya.
Menurut dia, kasus ini
sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ketiganya sudah bertemu di
Mapolrestabes Palembang dan bersepakat tidak melanjutkan ke jalur hukum.
"Mereka sudah saling
memaafkan dan berdamai. Bagi masyarakat kami imbau jangan mudah mengunggah
video seperti itu karena bisa memicu kesalahpahaman," kata dia.
Kapendam II Sriwijaya
Kolonel TNI Djohan Darmawan menambahkan, kasus ini telah diselesaikan secara
damai oleh masing-masing instansi dan yang bersangkutan. "Sudah
diselesaikan masalahnya," singkat Djohan saat dikonfirmasi.
Enaknya, coba kalau
sipil gimana ya kira kira ?
