Siapakah pahlawan itu ?

PAHLAWAN

Oleh : Yanuar Iwan

Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka....lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka ( Bung Tomo )

Hari itu 10 November 1945 pukul 09.30, ribuan pemuda menunggu nasib, menyambut maut dengan harapan dan kebanggaan, mereka datang dari seluruh pelosok negeri tanpa melihat nuansa-nuansa perbedaan suku, agama, keyakinan politik, budaya dan bahasa. Atmosfer di kota Surabaya yang panas dan berdebu, adalah atmosfer ke Indonesiaan dengan udara nasionalisme dan kemerdekaan.

Revolusi pasti mengorbankan anak-anaknya sendiri demikian Soekarno berkata, kehormatan dan kebesaran bangsa membutuhkan lebih dari sekedar pengorbanan, Pertempuran 10 November 1945 adalah pembuktian kolektif kehormatan bangsa didalam menghadapi kekuatan-kekuatan ego dengan darah kesombongan, kekuatan ego militer  yang memenangkan Perang Dunia II. Kekuatan-kekuatan ego dengan nafsu imperialisme yang merajalela, kekuatan-kekuatan ego yang selalu memandang sebelah mata terhadap Indonesia.

Hari itu 10 November 1945, suatu bangsa membuktikan kebesarannya, pilihan Gubernur Soerjo dan seluruh rakyat Surabaya akan selalu dicatat dalam tinta emas sejarah, mereka menolak dengan tegas seluruh tuntutan dan ancaman Inggris yang menghinakan sekaligus merendahkan harga diri. Surabaya menjadi kota neraka  dengan bahan bakarnya darah dan nyawa dan apakah lagi yang berharga selain maju ke medan pertempuran dan mati membela harga diri dan kehormatan bangsa.

Ribuan pemuda meregang nyawa demi hari esok yang lebih baik, demi masa depan dengan berjuta harapan, heroisme pemuda adalah romantisme nasionalis yang tiada bandingnya.
Chairil Anwar melukiskan dalam Karawang Bekasi
Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang menentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan, dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Selamat jalan pahlawan semoga kau tenang dibawah lindunganNya, dari kami yang sampai kini belum bisa berbuat banyak untuk kemajuan bangsa dan negara.

Dirumah, hari ahad, 10 November 2019

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama