Mengantar Bayar Pergi Haji, Malah Bisa Pergi Haji...
Awal tahun 2007 di bulan januari, saya di telpon kakak saya, dia minta diantarkan bayar cicilm haji pertamannya, dengan menggunakan ONH plus. Waktu itu saya sedang sibuk sibuknya, tapi karena hati saya bergerak, ingin tahu proses pergi haji , akhirnya saya menyempatkan diri untuk mengantarnya.
Sampai di Travel yang ditentukan kakak saya bayar cicilan pertamanya 500 USD, dari 6.500 USD yang ditentukan dengan paket paling mahal waktu itu. Sayapun di atwarin pinamman 500 USD sma kakak saya agar bisa pergi haji bersama, mulanya saya ragu, akhirnya karena ajakan kakak saya, saya ikut denagn paket 4.500 USD per orang.
Rupanya itulah justru yang membawa saya pergi haji haji pertama kali. Saya tidak tahu, tiba tiba rezeki saya mengalir deras, dan dalam waktu dua bulan, saya bisa lunasi. kemudian saya telpon istri saya,
"Ma.. kamu mau pergi haji ngak" tawar ku pada istri.
Rupanya istri, yang pernah umroh, pernäh berdoa untuk melaksanakan Haji bareng saya.
"Alhamdulillah pah, doa mama terkabul, mama ingin banget pergi haji bareng Papa" jawabanya, yang membuat Hatiku makin mantap. akupun setor 1000 USD, dan dalam waktu sebulan lunas.
Dan saat itu, kakak saya telpon menanyakan bagaimana cicilan Hajinya,
"alhamdulillah sudah lunas kak, bahkan bermuda dengan Istri kak" kataku bahagia.
"Alhamdulillah, kakak malah belum lunas, kalau gitu bisa kakak pinjam 1000 USD nggak buat lunasin" tanya kakak ku.
"Bisa" jawabku mantap.
Akhirnya kakaku pun bisa lunas. Dan nampaknya rezeki saya tidak berhenti sampai situ, tiba tiba saya dapat proyek tulisan, sebesar 25 juta. akhinya saya kasih tahu istri saya..
"Ma... aku dapat uang 25 Juta, Mimih (Panggilan Istriku terhadap Ibu ) mau nggak pergi Haji ? Karena AA dan Mama (Panggilan Orang Tua kandungku), sudah pergi haji 3 kali, Jadi buat mimih dulu .." tanyaku kapada istri.
"Alhamdulillah pa, pasti mimih mau banget" katanya.
"Tapi bapak kan (Panggilan Buat Mertua Laki) lagi sakit, sebaiknya minta ijin sama bapak dulu ?" kataku.
Dan tidak butuh waktu lama mimih dapat ijin dari Bapak, dan berkat bantuan Bu etylah (kakak Istriku) akhirnya mimih bisa pergi haji bersama pada tahun 2007.. sungguh momen yang indah ketika kami bertiga berangkat haji bersama pada tahun yang sama, dan tak perlu antri seperti tahun talun berikutnya..
Rupanya itu adalah tahunTerakhir pergi haji tidak perlu antri, karena tahun berikutnya sudah ada antrian panjang..ingin rasanya mengulangi lagi tahun itu..
Labaik allahumma labaik, labaik la syarikallah...ya allah aku rindu dengan Ka'bah, ijinakn aku kembali memenuhi panggilanmu....
