Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) berduka cita atas berpulangnya enam dokter anggota IDI sebagai korban pandemi virus corona atau Covid-19. Para dokter ini terinfeksi hingga akhirnya meninggal dunia setelah menangani pasien virus corona atau positif Covid-19.
"Mereka adalah garda terdepan melawan virus corona, dan meninggal dunia di tengah wabah adalah Syahid. Hal in seperti yang diungkapkan kyai kampung saat dihubungi tim @dam Channel,
"Sesuai dengan hadist nabi, “Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ ‘Mereka (yang lain) itu lalu siapa ya Rasul?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah juga syahid, orang yang kena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid,’ jawab Nabi Muhammad SAW,” (HR Muslim).
Untuk itu Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih SH, MH berharap, semoga apa yang menjadi perjuangan para rekan sejawatnya tersebut diterima oleh Allah SWT dan dilimpahkan pahala yang mulia.
"Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan atas musibah ini," katana yang kami dikutip dari akun Twitter PB IDI di Jakarta, Minggu (22/3/2020).
Enam dokter yang berpulang dalam melaksanakan tugasnya itu antara lain dr Hadio Ali SpS, IDI cabang Jakarta Selatan; dr Djoko Judodjoko, SpB, IDI cabang Kota Bogor; dr Laurentius P, SpKJ, IDI cabang Jakarta Timur; dr Adi Mirsaputra SpTHT, IDI cabang Kota Bekasi; dr Ucok Martin SpP, IDI cabang Medan; dan dr Toni Daniel Silitonga, IDI Cabang Bandung Barat.
Sementara iu, juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan keprihatinan dan duka cita mendalam pemerintah dengan ada beberapa tenaga kesehatan terpaksa menjadi korban Covid-19.
"Kami sedih dan menghargai dedikasi di semua lini yang telah memberikan sumbangsih terbaik," katanya dalam telekonferensi dari Kantor BNPB, Jakarta, Minggu (22/3).
Pemerintah meyakini apa yang sudah dilakukan para tenaga medis yang menjadi korban ini adalah bentuk pengabdian terhadap negaranya.
