Ubedillah Badrun : Miris Kalau Ada Buzzer Dibayar diatas Kematian Wabah Corona ?


Ubedillah Badrun, pengamat Politik dari Universitas Negri Jakarta Melihat ada kepanikkan dengan wabah virus Korona, hal ini terjadi karena awalnya ada kesombongan, seperti yang dikatakan saat di hubungi tim helmiadamchannel via WA.

"Rezim Jokowi saat ini sedang panik, awalnya sombong, jumawa, menyepelekan bahkan berkelakar Corona tidak masuk.Indonesia karena rakyat Indonesia gemar makan nasi kuling." Ujarnyang yang juga pernah menjadi Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta.

Selanjutnya kanda Ubed, nama panggilannya di HMI mengatakan, "Saat ini rezim kerepotan, fakta penyebaran covid-19 lebih cepat dari cara pemerintah pusat menangani. Karena korban terus bertambah. Jika rezim menutupi fakta dengan menggunakan buzzer yang dibayar, itu kejahatan kemanusiaan. Karena menutupi fakta kematian manusia warga negara yang seharusnya berhak dan wajib dilindungi negara."
Oleh karena itu mantan ketua Senat Universitas Negeri Jakarta ini merasa priahtin dan miris, atas prilaku buzzer buzzer pemerintah yang menangguk keuntungan diatas penderitan rakyat Indonsia.

"Miris kalau ada buzzer dibayar diatas wabah dan diatas kematian rakyat, diatas korban dan mayat-mayat rakyat. Jika buzzer berfungsi obyektif itu masih rasional, tidak apa-apa, tapi jika buzzer sudah memanipulasi data, membela membabi buta, kehilangan akal sehat dan nurani, mengkonstruksi informasi tidak berbasis data yang benar, membuat realitas semu. Itu kebohongan, itu bisa masuk katagori kebohongan publik." Ujarnya kepada Reporter Helmi Adam Channel. (RA)

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama