Kemarin media sosial ramai membahas mudik vs pulang kampung. Konon, menurut Bapak Presiden Mudik itu tidak sama dengan pulang kampung. Jadi Kalau masih ada rakyat yang bilang mudik sama dengan pulang kampung berarti anda kurang Gaol kalees atau Kupdate alias Kurang update.
Atau Anda termasuk orang yang tidak lulus pelajaran Bahasa sewaktu di SD. Kira kira begitu lah atau sewaktu Guru Bahasa anda menerangkan anda tertidur lelap.
Menurut KBBI, mudik Artinya (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman) atau bisa juga berarti pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran
pemudik/pe·mu·dik/ adalah orang yang pulang ke kampung halaman.
Atau Anda termasuk orang yang tidak lulus pelajaran Bahasa sewaktu di SD. Kira kira begitu lah atau sewaktu Guru Bahasa anda menerangkan anda tertidur lelap.
Menurut KBBI, mudik Artinya (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman) atau bisa juga berarti pulang ke kampung halaman: seminggu menjelang Lebaran
pemudik/pe·mu·dik/ adalah orang yang pulang ke kampung halaman.
Lalu apa arti pulang kampung ?
Ternyata Mudik memilki konsekwensi yang luar biasa berbeda di masa pandemi Covid ini, menurut Jokowi. Bayangkan kalau mudik bisa didenda puluhan juta maka pulang kampung tidak sama sekali. Kalau mudik dilarang pulang kampung boleh, ?
Jutaan rakyat yang curi start kembali kembali ke kampung halaman beberapa hari yang lalu mereka itu pulang kampung namanya bukan mudik, kata Jokowi, ndak masalah.
Yang masalah itu, jika mereka kembali ke kampung halaman pasca peraturan dikeluarkan oleh Pemerintah baru namanya mudik.
Selama peraturan belum di buat mau kemanapun mereka kembali, mau Jakarta Bandung, Jakarta Garut, jakarta Brebes, atau mau Jakarta planet Neptunus juga itu namanya pulang kampung.
Mungkin efek penyebaranCovid 19 antara yang pulang kampung dan mudik, berbeda. Kalau orang pulang kampung, Virus Korona tidak akan menyebar virusnya,tapi kalau mudik virus korona mudah tersebar ?
Yang masalah itu, jika mereka kembali ke kampung halaman pasca peraturan dikeluarkan oleh Pemerintah baru namanya mudik.
Selama peraturan belum di buat mau kemanapun mereka kembali, mau Jakarta Bandung, Jakarta Garut, jakarta Brebes, atau mau Jakarta planet Neptunus juga itu namanya pulang kampung.
Mungkin efek penyebaranCovid 19 antara yang pulang kampung dan mudik, berbeda. Kalau orang pulang kampung, Virus Korona tidak akan menyebar virusnya,tapi kalau mudik virus korona mudah tersebar ?
pertanyaan nya tahukah Virus Korona beda antara Pulang kampung dan mudik ?
Jangan Sampai Virus korona tidak tahu. Untuk itu saya mengusulkan agar virus korona diberikan pelatihan melalui ruang guru dengan menonton materi perbedaan antara musik dan pulan kampung agar virus tidak menyebar ke kampung halaman. Lumayan anggaran nya bidas disamakan dengan biaya karts pra kerja sebesar 1 juta pers satu virus korona..
Saya yang kuliah di Kedokteran jadi bingung, untuk membedakan pulang kampung dan mudik ?. Karena membuat saya bingung, bukankah tujuan dibuat larangan mudik oleh pemerintah, bertujuan mencegah virus korona menyebar ?. Kalau demikian maka, seharusnya pulang kampung juga dilarang..
Tapi akhir akhir ini saya semakin khawatir dengan dokter yang bertumbangan, sedangkan Ko As buat Calon dokter ditiadakan.
Padahal inilah waktunya para calon dokter bisa memiliki pengalaman yang baik. Sehingga masa depån dokter sangat mengkhawatirkan. karena Kemampuan menangani pandemi justru menjadi tantangan buat kami para calon dokter, bisa mengerti lebih banyak.
Yang lebih menyedihkan adalah keputusan mentri yang bertolak belakang. Mulai dari larang mudik vs boleh mudik, Ojol boleh bawa penumpang vs Ojol gak boleh bawa penumpang, yang ngeluarin Napi dan yang pusing nangkepin dan banyak lagi.
Sehingga wajar jika saya masih mikirin pernyataan Pak Presiden tentang mudik dan pulang kampung dimana eltak perbedaannya bukankan yang utama suatu kebijakan adah liahat tujuan nya, bukan artinya ?
Kalau suatu kebijakkan dilihat dari pengertian semata, ya buat apa dokter belajar ilmi kedokteran, buat apa belajar kebijakan kesehatan ?
Belajar bahasa Indonesia saja..!
Dan kalau pak Jokowi juga, memberikan pengertian seenak seenakanya Bapak, buat apa Juga belajar bahasa Indonesia ?
Saya sebagai calon dokter merasa sedih dan Khawatir kalau demikian terjadi...
Sehingga wajar jika saya masih mikirin pernyataan Pak Presiden tentang mudik dan pulang kampung dimana eltak perbedaannya bukankan yang utama suatu kebijakan adah liahat tujuan nya, bukan artinya ?
Kalau suatu kebijakkan dilihat dari pengertian semata, ya buat apa dokter belajar ilmi kedokteran, buat apa belajar kebijakan kesehatan ?
Belajar bahasa Indonesia saja..!
Dan kalau pak Jokowi juga, memberikan pengertian seenak seenakanya Bapak, buat apa Juga belajar bahasa Indonesia ?
Saya sebagai calon dokter merasa sedih dan Khawatir kalau demikian terjadi...
Saran saya bapak rombak orang "Bodo" yang membisikkan bapak terus menerus, sehingga Bapak tidak buat blunder terus menerus.
Karena Bapak Presiden 270 Juta rakyat Indonesia, besar harapan saya bapak berbuat, bersikap dan berfikir yang benar, dan tidak berbuat salah,.agar saya bisa bangga sebagai bangsa...
Penulis adalah Chief Executive Health Public Policy at Syafaat Foundation Indonesia
