Masih Percaya Cina Komunis?
Inilah namanya *Revolusi Kebudayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok ( PKT )* nya itu. Polisi menjadi pelaku utama atau algojo partai, saudara membantai saudara nya sendiri, anak kandung sendiri membantai ibu dan bapak kandungnya sendiri dan murid serta guru saling membunuh apa lagi teman juga tetangga saling membunuh itu adalah hal biasa SANGAT LAH keji, sadis bahkan sangat biadab luar biasa sekali perilaku revolusi kebudayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok dikala itu.......
Nah sekarang apakah di bangsa dan negara republik Indonesia ini sebenarnya akan dijadikan demikian juga oleh para pihak PENGKHIANAT ULANG bangsa dan Indonesia ini ?
Mari lah kita perhatikan adu domba, pecah belah, dibenturkan sesama umat Islam dan organisasi Islam sudah berjalan sejak awal 2015. Sesama umat beragama disengaja dibenturkan dengan yang lainnya, sesama sesama satu daerah, satu bangsa Indonesia dibenturkan sengaja dibuat untuk menciptakan agar ada pertikaian dan diciptakan orang-orang yang sengaja untuk menjelek-jelekkan satu sama lainnya apa lagi orang tersebut adalah tokoh agama Islam atau pejabat yang tidak sehaluan politiknya dengan dia, dibuat lah SEKELOMPOK ORANG sengaja untuk menciptakan suasana jadi keruh atau masyarakat alias rakyat jadi terpecah belah ada juga yang dinamakan buzeeerrr di media massa ada media yang dengan sengaja dibuat untuk menciptakan kondisi supaya jadi riuh renyahnya publik, sengaja untuk memutar balikan fakta yang sesungguhnya.
Sekarang tinggal nilai atau pelajarilah sendiri bagai mana suasana atau kenyataan yang sesungguhnya terjadi dipublik atau masyarakat alias rakyat bangsa Indonesia secara langsung saat sekarang ini.... Silahkan kaji atau simpulkan dan perhatikan lah sendiri masing-masing menurut pendapat, pemahaman, pandangan dan pikiran serta perasaan juga sikap masing-masing individu sesuai dengan pengetahuan dan nalarnya masing-masing pula. Mungkin saja bagi yang pro, simpatisan paham Komunis Tiongkok ( PKT ) atau Komunis CHINA DARATAN ( PKC ) dia akan menganggap bahwa sesungguhnya tidak ada hal yang ganjil dan baik-baik saja serta enak, bagi yang merasakan betapa sudah tidak baik dan tidak nyamannya situasi saat ini berarti dia adalah seseorang yang memiliki moralitas dan mentalitas serta perasaan atau akal sehat juga masih memiliki keimanan dan ketaqwaan secara normal sebagai umat manusia dimuka bumi ini apa lagi dia sebagai seorang umat Islam dan bagi umat lain pun demikian juga berarti dia masih memiliki keimanan dan ketaqwaan serta sehat akal dan pikiran juga perasaannya.