Sah ..Anggota DPR RI Dilantik, Bagaimana Tantangan ?

Anggota DPR RI sudah dilantik. Sejumlah pekerjaan besar telah menunggu anggota DPR RI hasil pemilihan legislatif (Pileg) 17 April 2019 yang lalu. RKUHP dan sejumlah rancangan undang-undang lain yang akhirnya diputuskan pembahasannya pada periode ini telah menanti anggota DPR RI 2019-2024.

Dosen Universitas Bakri, Andika, yang ditemua reporter kami, Selasa (1/10/2019) menuturkan berdasarkan data yang dikutip dari Forum Masyarakat Peduli Pemilu (FMPP) dari 575 anggota DPR RI periode 2019-2024, 51 persennya merupakan anggota baru. Dan anggota-anggota DPR RI yang baru tersebut merupakan refleksi atau berkaitan dengan kekuasaan politik lokal asal politisi tersebut berasal. Seperti istri bupati, anak bupati dan Lainya..

"Dan sisanya lagi merupakan artis, dan anak pengusaha"ujarnya.

Menurutnya, Jika anggota DPR RI kental dengan urusan politik daerah, maka akan membuat anggota  bergantung pada situasi politik lokal dari tempat dia berasal.

"Sehingga  akan berpengaruh pada  kepentingan-kepentingan banyak dari kepentingan politik lokalnya karena konsep dia sendiri tidak bisa lepas dari akar sosialnya, dan kalau dia bisa  menyerap itu aspirasi lokalnya maka akan menjadi modal sosial dia,"terangnya.

Sedangkan untuk menjadi anggota DPR baik lokal maupun daerah, membutuhkan biaya politik tidak sedikit. Biaya politik yang dimaksud adalah untuk diri sendiri, untuk timnya sendiri ataupun untuk mereka yang berada di TPS. Semua itu memang memerlukan dana, di mana hal-hal tersebut harus dibiayai sendiri.

Dengan biaya politik yang tinggi, maka ada kecenderungan anggota DPR  tidak banyak uang secara perekonomian. Sehingga anggota tersebut harus berusaha mengembalikan uang yang dikeluarkan untuk menjadi anggota dewan.  Hal inilah yang bisa menganggu  dirinya dengan  orang atau pihak yang menggoda untuk 'bermain' di ruang yang mungkin tidak sesuai hati nuraninya.

Biaya politik yang tinggi memang tidak lepas dari sistem pemilihan yang diterapkan saat ini. Di mana sejak pemilihan 2014, Indonesia sudah menganut siapa yang terpilih adalah yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak. Di mana pada implikasinya akan terjadi politik transaksional dalam masa pemilihan.

Oleh karena itu harus ada sistem yang menunjang keuangan bagi partai politik, dan  Menjadi anggota DPR  hanya butuhkan orang yang cerdas dan mau bekerja keras.

Selain anggota dari representasi kekuatan politik dari daerah, anggota DPR RI yang baru juga banyak yang berasal dari artis.

kemampuan anggota DPR RI dari kalangan artis memang sedikit dipertanyakan. Meskipun modal sosial sudah dimiliki, namun kemampuan untuk menjadi saluran aspirasi serta membuat inisiatif program untuk masyarakat banyak mereka dimiliki.
.
Wajar ada artis-artis yang jadi anggota DPR RI cukup baik kinerjanya. Sebut saja seperti Rieke Diah Pitaloka, Rachel Maryam,  Nurul Arifin ,Desi Ratnasari dan Primus Yustitio.

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama