Randi adalah mahasiswa Fakultas Perikanan
Universitas Halu Oleo (UHO) menjadi korban tewas ditembak oknum aparat, dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sultra.
La Sali, ayah kandung Randi, meminta dukungan dari mahasiswa untuk mencari
keadilan agar pelaku penembakan anaknya bisa segera diadili.
Sebagai orang tua korban, La Sali meminta agar
kasus ini bisa diusut secepatnya. "Diusut setuntas-tuntasnya,
seadil-adilnya jangan ditutup-tutupi," tegasnya.
Randi yang menginjak usia 21 tahun dan
merupakan mahasiswa tahun terakhir, menjadi
korban tewas, setelah mendapat tembakan di ketiak sebelah kiri menembus hingga
ke dada sebelah kanan. Saat itu, Randi dan ribuan mahasiswa lainnya tengah
menyuarakan penolakan atas RKHUP dan UU KPK. Selain Randi, Muh. Yusuf Kardawi
(19) juga menjadi korban meninggal akibat benda tumpul usai melakukan aksi pada
Kamis 26 September lalu.
"Saya mohon dukungan kepada pemuda dan pelajar seluruh Indonesia untuk mendukung korban (Randi) dalam mendapatkan keadilan," kata Sali, Senin (30/9/2019).
La Sali sendiri berharap pelakunya bisa diketahui
secepatnya, karena Randi dikenal sebagai anak yang penurut pada orang tuanya
serta baik dalam pergaulan. Sehingga wajar jika kesedihan menimpa keluarga besar
La Sali, karena Randi adalah harapan orang tuanya di masa depan.
Masa depan Randi direngut secara membabi buta
oleh oknum aparat yang dengan teganya mencabut masa depan dan calon tulang
punggung keluarga La Sali, masihkah kita punya nurani ?


