Sofyen Basir
Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Sofyan Basir diketahui memiliki jumlah harta kekayaan senilai Rp 119.962.588.941.
Informasi ini berdasarkan dokumen digital laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Sofyan Basir yang diunduh dari situs https://elhkpn.kpk.go.id.
Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.
Sofyan Basir diketahui memiliki jumlah harta kekayaan senilai Rp 119.962.588.941. Informasi ini berdasarkan dokumen digital laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Sofyan Basir yang diunduh dari situs https://elhkpn.kpk.go.id.
Richard Joost Lino (RJ Lino)
RJ Lino Jadi tersangka Kasus Pelindo, ini memiliki kekayaan sebagai berikut ;
Total harta Lino berdasarkan pelaporan 7 Juni 2010 tercatat Rp 32,6 miliar dan US$ 84,5 ribu. Harta itu terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 29,2 militar.
Lalu, harta bergerak alat transportasi Rp 650 juta dan harta bergerak lainnya Rp 1,6 militar. Kemudian, Lino memiliki giro dan setara kas Rp 1,1 miliar dan US$ 84,5 ribu.
Emirsyah Satar
Tersangka Kasus Gruda ini memiliki kekayaan sebagai berikut ;
Berdasarkan pelaporan harta 5 Desember 2013, total harta Emirsyah Rp 48,7 miliar dan minus US$ 932 ribu. Harta terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 42,5 milhar.
Selanjutnya harta bergerak berupa alat transportasi sebesar Rp 1,7 miliar. Emirsyah tercatat memiliki sejumlah mobil dengan merk BMW, Mercedes Benz, Toyota Harrier, Range Rover. Lalu harta bergerak lainnya sebesar Rp 1,4 miliar terdiri dari logam mulia, batu mulia, dan barang seni.
Bukan hanya itu, ia memiliki harta berupa surat berharga dengan nilai Rp 1,5 miliar, giro dan setara kas lainnya Rp 2,7 miliar dan US$ 223 ribu.
Ia mempunyai hutang Rp 955 juta dan US$ 1,1 juta berupa pinjaman uang dan Rp 400 juta pinjaman barang.
Karen Agustiawan
Dalam catatan detikcom, harta kekayaan Karen sebesar Rp 2,5 miliar. Harta itu dilaporkan Karen ke KPK pada 2009 silam.
Hartanya sampai Februari 2009, menjadi Rp 2.574.715.487.
Kekayaan sekitar Rp 2,5 miliar itu terdiri dari harta tak bergerak sekitar Rp 587,1 juta, harta bergerak transportasi sebesar Rp 495 juta dan Rp 500 juta, serta giro tabungan sebanyak Rp 992 juta.
