Perkembangan
Propaganda Melalui Teknologi Cyber Di Dunia
Dari
penelitian kami ini. menemukan bukti adanya manipulasi informais di media social
secara terorganisir, pada kampanye
politik di 70 negara. Hal ini menunjukan
tren naik yang sebelum 48 negara pada
2018, dan hnaya 28 negara di 2017. Beberapa Negara menggunakan teknologi cyber
untuk bereksperimen dengan alat dan teknik propaganda dengan menggunakan
computer cyaber selama pemilihan atau sebagai alat baru untuk mengontrol
informasi.
Namun,
jurnalis, akademisi, dan aktivis saat ini juga melengkapi kemampuan nya dengan
alat digital yang baru. Selain itu, banyak lagi kosa kata pemograman yang
digunakan untuk mengidentifikasi, melaporkan, dan
mengungkap contoh manipulasi informasi dalam media sosial yang terorganisir secara formal.
Dalam tiga
tahun terakhir, kami telah mampu memperbaiki bahasa pemograman untuk mencari
istilah dan melakukan identifikasi secara instan melalui teknologi computer
untuk mendeteksi bahasa propaganda.
Kami
menemukan bahwa banyak negara telah menggunakan elemen manipulasi informasi
di media social secara formal, dalam dekade
terakhir.
Hasilnya,
kami melihat penggunaan teknologi
komputer untuk propaganda, telah menjadi bagian dari ekosistem informasi digital melalui Internet.
Gerakan
Rezim Otoriter di Media Sosial.
Karena di
banyak rezim otoriter, yang melakukan propaganda dengan menggunakan teknologi
komputer untuk menjadi alat pengendalian informasi yang strategis. Di tambah dengan
dikombinasikan lewat pengawasan, sensor,
dan ancaman kekerasan.
Kami telah
membuat katalog jenis kampanye di negara
otoriter untuk digunakan terhadap jurnalis, oposisi, lawan politik, masyarakat lebih luas. Akhirnya kami menemukan tiga jurus propaganda yang menggunakan teknologi computer, yaitu :
(1) untuk
menekan hak asasi manusia;
(2) untuk
mendiskreditkan oposisi politik; dan
(3) untuk
menangkal perselisihan politik.
Pilihan teknologi
media sosial untuk rezim otoriter sebagai alat yang ampuh untuk membentuk diskusi
public, menyebarkan propaganda online,
sambil secara bersamaan mengawasi, menyensor, dan membatasi ruang publik
digital.
Pasukan cyber dalam mempengaruhi masyarakat
dunia, dengan Operasi yang sangat
canggih.
Operasi mempengaruhi orang adalah bidang penting yang menjadi perhatian, tetapi
menggunakan propaganda melalui teknologi computer ke negara lain dan influensernya, akan menjadi tantangan.
Face Book
dan Twitter telah mulai memberikan informasi terbatas, tentang operasi yang berpengaruh
pada platform mereka. Hal ini dilakukan dengan mengambil tindakan terbatas terhadap
Pasukan cyber yang terlibat dalam operasi mempengaruhi sikap politik masyaarkat
dunia dari tujuh negara: Cina, India, Iran, Pakistan, Rusia, Arab Saudi, dan
Venezuela. Meskipun belum memiliki ukuran jelas tentang pengaruh asing yang
sedang dibangun oleh pasukan Cyber, tetapi
minimal kita bisa memberikan gambaran
tentang fenomena ini.
China elakukan
Misinformasi
Kami
menemukan bahwa China kurang menggunakan media social untuk memanipulasi opini
publik dari negara lain. Mereka lebih fokus pada kondisi domestic dengan menggunakan
platform, seperti Weibo, WeChat, dan QQ.
Namun, pada
2019 pemerintah Cina mulai menggunakan media sosial global platform untuk
menggambarkan pendukung demokrasi Hong Kong sebagai radikal keras dan tidak memiliki
daya tarik populer (Lee Myers dan Mozur2019).
Di luar platform
domestik, Cina mulai mengembangkan kecanggihan
teknologi IT dan penggunaan teknologi jejaring sosial global, seperti Facebook
dan twitter. Hal ini menunjukkan bagaimana China mulai melakukan mis informasi
melalui teknologi sebagai alat kekuatan
dan pengaruh geopolitik.
Facebook
Masih Yang Terbaik
Meskipun
begitu banyak platform, tetapi Facebook tetap menjadi platform dominan untuk aktivitas
pasukan cyber. Bagian alasan ini bisa dijelaskan, oleh besarnya ukuran pasar -sebagai
salah satu platform jejaring sosial terbesar di dunia – serta efektivitas platform, seperti sebagai alat komunikasi
keluarga dan teman, sumber berita politik dan informasi, atau kemampuan untuk
membentuk grup dan gampang digunakan.
Sejak2018,
kami telah mengumpulkan bukti lebih banyak aktivitas pasukan cyber pada
platform berbagi gambar dan video seperti Instagram dan Youtube. Kami juga
telah mengumpulkan bukti, bahwa pasukan cyber menjalankan kampanye di WhatsApp.
Kami pikir
platform WA akan semakin penting dalam beberapa tahun mendatang karena semakin
banyak orang menggunakan teknologi jejaring sosial ini untuk komunikasi politik.
