Kasus Sukmawati Siapa Yang Salah ?



Sukmawati diminta belajar agama islam dengan baik malah mengatakan perlu juga belajar sejarah dengan baik.

"Minta tolong belajar sejarah juga dengan lebih baik," kata Sukmawati seperti dilansir detikcom, Senin (18/11/2019) malam.

Sukmawati menyayangkan reaksi pihak-pihak yang menyudutkan dirinya. Menurut Sukma, pihak-pihak tersebut perlu melihat video utuh pidato dirinya saat menyinggung Nabi Muhammad dan Sukarno.
"Lebih baik betul-betul dicari video lengkap 'Ibu Sukma nih sebenarnya bicaranya bagaimana sih?'. Ada contoh anak muda, dia itu dengan sangat teliti cermat mencari video aslinya kemudian dia tahu, 'Sebetulnya ibu Sukma ini nggak bicara yang salah'," ujar Sukmawati.
Sukmawati menuturkan maksud pidatonya menekankan nasionalisme dan hal tersebut tak bisa lepas dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sukmawati menyampaikan tujuannya berpidato agar generasi muda dapat memahami nasionalisme dan patriotisme berkembang sejak kepemimpinan Sukarno.

Mungkin Ada baiknya Pertanyaan Sukmawati diacara tersebut tidak dijawab, pasalnya cacat logika pertanyaan Bu Sukmawati tersebut. Sehingga membuat orang bingung menjawabnya. Sehingga menyebabkan ketakutan untuk menjawabnya. Cacat logikanya yaitu :
Pertama Cacat Kronologis , Kita ketahui nabi Muhmamad hidup abad ke 6 masehi sedangkan Sukarno hidup abad ke-20. Pada abad keenam Indonesia sebagai sebuah Entitas Negara belum ada. Jadi membandingan kan sukarno dengan nabi Muhammad Dalam konteks pertanyaan Sukmawati salah total.
Kedua Cacat Perbandingan Membandingkan seorang Nabi apalagi Nabi Muhammad dengan sosok Siapapun itu tidaklah bisa. Mengapa ? karena nabi punya mu’jizat, apakah sukarno punya mujizat ? Selain itu Nabi sangat terpelihara dari kesalahan, ketiak berbaut slah di tegur oleh Allah langsung, Sedangkan Sukarno mahluk yang banyak jug berbuat salah, Seperti memenjarakan Buya hamkah atau tokoh politik lainya tanpa proses pengadilan. Seharusnya di membandingkan denag manusia biasa juag di abad itu, seperti Karto Suwiryo, DN Aidit, Tan Malaka.
Ketiga cacat etika, Kita ketahui Sukarno kalau hidup pun tak mau dibandingkan dengan orang yang memberikan penerang jalan kehidupanya. Kerena Sukarno beragama islam lah maka ia cinta Negaranya, cinta keadilan, dan cinta pada lawan jenisnya.

Jadi kalau ada yang jawab, pertanyaan salah, maka akan lebih bodoh lagi, pertanyaan salah kenapa musti dijawab ?. Kalau pertanyaannya kita rubah, Bukankah husbul waton atau cinta pada negara diajarkan nabi Muhammad, dan sukarno Melaksanakan salah satu ajaran nabi ?
Wajarlah jika orang cerdas seperti Din Syamsuddin ikut angkat bicara mengenai polemik pidato kontroversial Sukmawati Soekarnoputri. Din meminta Sukmawati memperdalam agama Islam.

"Saya juga ingin berpesan kepada Bu Sukmawati, lewat media ini, untuk tidak ulangi lagi. Karena itu tidak ada perlunya dan mungkin akan lebih bagus kepada beliau agar mendalami Islam. Agama yang sangat diagungkan oleh bapak beliau, Bung Karno, termasuk terhadap Nabi Muhammad SAW," ujar Din di kantor Center for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CDCC), Jalan Warung Jati Timur Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (18/11)

Tak hanya Din, Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva juga menyarankan hal yang sama kepada Sukmawati. Hamdan menyebut Sukarno sangat mendalami Islam dan sayang jika Sukmawati tak mengikuti jejak sang ayah.

"Saya kira Sukma ini kalaupun seorang muslim, perlu belajar lah Islam itu. Ayahnya itu sangat dalam sekali Islamnya. Sukarno itu memiliki pemahaman Islam yang sangat luar biasa, sayang tidak ikut Bapaknya," kata Hamdan kepada wartawan, Minggu (17/11/2019) malam.

Oleh karena itu saya tidak menyalahkan Sukmawati yang pengetahuan nya terbatas, tapi yang salah  adalah panitia yang mengudang untuk Sukmawati bicara. Harusnya Panitia mampu mengundang orang yang memiliki kapasitas ilmu pengetahuan yang memadai, bukan asal Top atau terkenal tapi minimal sarjana lah yang telah lulus filsafat ilmu…


0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama