Oleh Helmi Adam
Akhir akhir ini banyak
Group WA yang sering ribut dan pecah, hanya gara gara perbedaan pendapat. Padahal
group WA dibangun untuk silaturahim, sehingga ketika perbedaan pendapat terjadi
harusunya kembali ke tujuan utama yaitu : silaturahim..uakn mencari musuh
Hal ini terjadi dikarena
beberapa sebab :
Pertama latar pendidikan yang
berbeda, ada orang berpendidikan rendah dan tinggi. Orang yang berpendidikan
rendah tidak bisa menerima perbedaan dengan mudah dan lebih sensitif. Kalau orang
yang berpendidikan tinggi, biasanya lebih angkuh dan sombong merasa dirinya
paling benar. oleh kerena itu harusnya kita sadari bahwa perbedaan itu rahmat
sehingga tidak usah ada Baper baperan.
Kedua pemahaman yang
sempit terhadap sebuah ajaran atau pengkultusan terhadap individu yang mendalam,
yang menimbulkan kecurigaan dan kebencian terhadap kelompok tertentu. Sehingga setiap
orang lain yang sudah dicapnya sebagai kelompok tertentu selalu dihantam,
padahal maksudnya baik. Kadang tidak lengkap membacanya sudah komentar.
Ketiga kurang memperhatikan
kehidupan lingkungan sekitarnya sehingg main WA menjadi kebutuhan eksistensi
yang utama. Banyak saat ini, orang sering bermain WA tapi tidak sering mengaji,
sering main WA tapi jarang belajar fiqih, sering bermain WA tapi jarang berkumpul
dengan tetangga, sering ber main WA tapi sibuk dengan urusun sendiri, sehingga
hidupnya hanya ada di dunia WA . Jadi ketika ada perbedaan tidak siap siap menerima.
Padahal bermain WA itu sederhana
saja. Jika kita tidak suka tinggal diskip, jika kita ingin berpendapat tinggal
kita berpendapat, jika ada yang anggapi pendapat kita, dan kita tidak suka, nggak
usah dibaca. Gampang aja sih. Tapi sering kita terbawa perasaan atau Baper.
Untuk mencegah baper dalam
ber WA sebenarnya sederhana sekali, seringlah bergaul face to face, bertentangga,
dan bertemu langsung, karena bahasa tulisan dan bahasa Wa berbeda. Bergaulah secara
langsung dengan dunia nyata yang luas, biasakan tawadhu dan tidaka menganggap
diri paling pintar dan benar.
Yang paling parah jika orang
kena penyakit powerless WA sindrom dimana
merasa di WA hilang kekuasaanya karena merasa yang paling penting, sangat aktif
di WA, di kantorpun dapat posisi bagus, sehinga menganggap semua orang kecil, dan
tidak senang dengan perbedaan. Biasa merasa paling banyak duitnya.sehingga sering
nyumbang ke Group dan memandang sebelah mata pendapat orang lain, puncaknya
left dari Group.
Biasanya terjadi pada orang
orang yang baru memiliki karier
cemerlang, atau seorang yang baru insyaf, atau bangun dari kegelapanya, atau baru menemukan
sesuatu yang baru dan lain lainya.
Ada juga justru yang sebaliknya,
orang itu lagi mengalami banyak masalah jadi lebih sensitive. Oleh karena itu penting selalu,
mengintrospeksi diri melalui pergaulan dengan tentangga dekat rumah dan juga
teman teman di kantor serta seringlah ketemu langsung jangan hanya melalui WA.
Biasanya group paling rawan
ribut adalah teman SMP dan SMA karena perbedaanya paling mencolok..semoga tulisam
ini bermanfaat untuk ber WA ria tanpa baper, tanpa Batasan berbicara kecuali
Pornografi.
Jadi Rumusnya sangat mudah,
kalau suka kita baca, nggak suka tinggal di Skip bos…heehehehhe tapi tulisan
ini disebarkan bos, jangan di skip,,ibadah..
