Kualitas Pendidikan Indonesia Menurun, Tapi Kok Makin Mahal ya?



Score Pisa (Pogramme  for International Student Assessment) Indonsia turun dibandingkan dengan 2015. Hal ini terungkap dalam rillis Score Pisa tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Organization for Economic Cooperation Development  (OECD).

Kemampuan membaca thun 2015 scorenya 397, namun pada 2018 menjadi 371. Begitupun dengan kemampuan matematikanya tahun 2015 scorenya 386, menjadi 379. Sedangkan Sains dari 403 tahun 2015, menjadi 396 tahun 2018.

Pisa sendiri merupakan program pencapaian pendidikan di seluruh dunia, yang dilakukan 3 tahun sekali, untuk anak usaa 15 tahun dalam kemampuan Membaca, Matematika dan Sains.


Menurut OECD, Organisasi Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi, survei tiga tahunan ini menilai sekitar 600 ribu pelajar usia 15 tahun. Hasil survei PISA menyebutkan, empat provinsi di Cina yakni, Beijing, Shanghai, Jiangsu dan Zhejiang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

Dalam kemampuan membaca, 10 persen pelajar di Cina  menunjukkan hasil tesnya lebih baik daripada rata-rata anggota OECD.

Sementara pelajar-pelajar dari negara-negara OECD mengalami peningkatan pengeluaran untuk pendidikan dasar dan menengah sebesar lebih dari 15 persen dalam satu dekade terakhir. Namun sayangnya Indoneisa mengalami penurunan. 

Secara keseluruhan hasil PISA diseluruh dunia mengecewakan karena tidak ada peningkatan yang signifikan, menurut OECD.

Dunia aja masih mengecewakan, bagaimana Indonesia ? ..
Kuciwa Berat kali ya...


0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama