Direktur WHO, Tedros Adhanom memberi contoh dengan kasus yang terjadi di Korea Selatan. "Mereka menutup bar dan klub karena adanya pasien yang terkonfirmasi melakukan banyak kontak dari penelusurannya," ujarnya, sebagaimana dikutuip dari CNBC Internasional, Selasa (12/5/2020).
Sementara di Wuhan- China, lanjutnya, terdapat kluster kasus baru sejak lockdown dicabut. "Jerman juga melaporkan kenaikan kasus sejak longgarkan pembatasan," katanya.
Tedros mendorong negara-negara lebih seksama menyiapkan langkah-langkah antisipasi sebelum longgarkan lockdown untuk pembatasan dan ingin pulihkan ekonomi. Tiga negara yang ia sebut tadi misalnya, telah mengantisipasinya dengan menyediakan infrastruktur dan pengawasan super luas dan melakukan penelusuran yang serius jikalah kasus corona muncul lagi.
Sebelum negara mencabut atau melonggarkan pembatasan, hari dipastikan bahwa sudah bisa mengkontrol epidemi dan memiliki sistem serta fasilitas kesehatan yang siap untuk hadapi gelombang kasus berikutnya. Baik untuk perawatan pasien, tes, penelusuran, dan tempat isolasi.
@dam Channel Peduli Rek : BCA A//N Ayesha Adhanirizky Adam No 4730598926 Bantuan anad Dibutuhkan Saudara saudara Kita
Sumber CNBC
