Forever 21 Bangkrut, Inilah Penyebabnya....




Perusahaan ritel pakaian Forever 21 akhirnya secara  resmi mengajukan pailit karena terlilit utang, dan turunnya daya beli masyarakat.

Selama ini operasional perusahaan menggunakan dana pinjaman dari JP Morgan sebesar US$ 275 juta, dan US$ 75 juta dari TPG Sixth Street Partners. Seperti dilansir dari CNBC Internasional.

Sementara itu, juru bicara Forever 21 mengatakan perusahaannya telah berencana  menutup 178 gerai di Amerika Serikat terlebih dulu.
Forever 21 adalah perusahaan retail fashion yang memiliki 815 gerai yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Jakarta.

Setelah menutup gerainyadi  Amerika, Selanjutnya perusahaan akan menutup sejumlah gerainya, dan keluar dari pasar Asia dan Eropa. "Namun akan tetap melanjutkan operasional di Meksiko dan Amerika latin, dan belum ada rencana untuk keluar dari pasar-pasar utama di Amerika Serikat," seperti yang dirilis perusahaan pada Minggu malam, (29/9/2019).

Forever 21 akan masuk dalam salah satu gerai yang bangkrut dalam setahun terakhir, sebelumya ada, gerai ritel yang tutup juga yaitu, adalah Barneys & Mattress yang juga mengalami pailit, dan menutup gerainya.

Gerai-gerai ritel memang sedang menghadapi kesulitan dalam beberapa tahun terakhir, akibat pesatnya bisnis situs online. Ditambah lagi, naiknya harga sewa toko di tengah penurunan konsumen.

Forever 21 perusahaan yang bermarkas di Los Angeles, dan didirikan pada tahun 1984. Pasangan pendiri gerai ritel Forever 21 Jin Sook dan Do Won Chang terdepak dari daftar jajaran miliuner Amerika Serikat tahun ini. Bisnisnya dikabarkan tengah lesu, akibat persaingan ketat dengan H&M.

Padahal sebelumnya pasangan suami istri berdarah Korea Selatan ini, sempat memiliki kekayaan gabungan senilai US$ 5,9 miliar atau Rp 84 triliun pada 2015, dikutip dari Forbes. Kini, harta keduanya anjlok hanya menjadi US$ 1,6 miliar.

Nangis Bombay eh salah nangis Drakor Alias Drama Korea juga deh..

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Lebih baru Lebih lama