Angkatan Bersenjata China memiliki rudal balistik hipersonik
antarbenua berkapabilitas nuklir terbaru, Dongfeng (DF)-41.Rudal ini diyakini,memiliki
jangkauan hingga 15 ribu kilometer, yang membuatnya menjadi rudal militer
dengan jarak terjauh di dunia.
Rudal balistik ini diklaim bisa menembus semua sistem
pertahanan udara dan meluluhlantakkan daratan Amerika Serikat.
Teknologi rudal Dongfeng-41 memungkinkan untuk terbang pada
ketinggian yang jauh lebih rendah, serta dapat dikendalikan secara manual
sebelum mengirimkan hulu ledak.
Bahkan umtuk dideteksi dan pencegatannya semakin sulit
dilakukan. Bukan itu saja. Rudal balistik ini kemungkinan dapat membawa
sebanyak 10 hulu ledak nuklir untuk mencapai target yang berbeda.
Rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dijuluki 'senjata kiamat'
itu dapat mencapai AS dalam 30 menit.
Selain memamerkan Dongfeng-41, China juga menunjukkan DF-17
yaitu rudal hipersonik berkemampuan nuklir yang menurut analis asing dirancang
untuk bermanuver dengan kecepatan tinggi guna menghindari pertahanan anti
rudal.
lihatkan peningkatan rudal andalannya, DF-31, yang memiliki
jangkauan lebih dari 11.200 kilometer yang menempatkan sebagian besar benua
Amerika dalam jangkauan.
udal DF-31AG generasi kedua, seperti ‘senjata kiamat’
Dongfeng-41, menggunakan bahan bakar padat untuk kemudahan penyebaran dan
kecepatan peluncuran. Rudal ini hadir dengan mobilitas dan presisi tinggi.
Data dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm
(SIPRI), China merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia
dengan 2 juta personel aktif, dibandingkan AS yang hanya memiliki 1,29 juta
personel militer aktif.
