In memoriam
Saya bersama Kyai, sedang belajar ilmu Tasawuf. Tergeletik hati saya untuk menanyakan sesuatu yang selama ini beredar di masyarakat ;
"Kyai, manakah yang lebih baik, seorang beragama yang ibadahnya banyak, tetapi kelakuannya buruk,
Ataukah seorang yang tidak beribadah, tapi kelakuannya baik pada sesama...?"
Tanya saya dengan, Penasaran.
"Maha Suci Allah," jawab pak Kyai sambil melihat mata saya. Kemudian sang Kyai melanjutkan bicara nya,
" Keduanya baik...", ujar Sang Kyai sambil berdzikir... .
"Lho, kok bisa...?", tanya saya dengan heran...Kyai kemudian berhenti berdzikirnya dan berkata :
"Karena orang yang tekun beribadah itu boleh jadi akan dibimbing Allah untuk berkelakuan mulia melalui ibadahnya. Sedangkan orang yang baik kelakuannya itu, boleh jadi akan dibimbing Allah melalui rahmatNya untuk semakin taat beribadah kepadaNya..." jawab pak Kyai dengan senyumnaya yang teduh dan tenang.
"Terus, siapa yang lebih buruk...?" desak saya semakin penasaran...
Air mata mengalir di pipi Sang Kyai... .
"Kita, .....", ujar beliau dengan suara tersendat...
"Kitalah yang layak disebut buruk, sebab gemar menghabiskan waktu untuk menilai orang lain, menjelek-jelekkan orang lain, melupakan diri sendiri..."
Tangis Beliau sambil terisak...
"Padahal kelak dihadapan Allah, kita ditanya tentang diri kita bukan tentang orang lain ..."
Jawab pak Kyai, saya menjadi malu dengan diri saya, sendiri menanyakan ahl itu pada kyai dan sayapun langsung istigfar, dan melanjutkan sholat witir menutup shoalt athajud malam ini dan memohon ampun pada alllah..
" ya allah sucikan hati dan pikiran ku yang kotor ini" ...aamiin..
