Saat ini perekonomian Indonesia masih ditopang oleh
konsumsi domestik yang proporsinya melebihi 50%. Sebagai informasi, sumbangsih
konsumsi domestik terhadap PDB Indonesia pada kuartal III-2019 mencapai 56,2%.
Namun pertumbuhan pos konsumsi rumah tangga Indonesia mentok di 5,05% sejak 2018. Pada kuartal III-2019, konsumsi domestik tumbuh 5,01% secara tahunan (YoY), tumbuhnya sangat tipis dibanding periode yang sama pada 2018 dan 2017 yang tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 4,91%. Jangan sampai kenaikan ini akan makin memberatkan tulang punggung ekonomi tanah air.
Namun pertumbuhan pos konsumsi rumah tangga Indonesia mentok di 5,05% sejak 2018. Pada kuartal III-2019, konsumsi domestik tumbuh 5,01% secara tahunan (YoY), tumbuhnya sangat tipis dibanding periode yang sama pada 2018 dan 2017 yang tumbuh masing-masing sebesar 5% dan 4,91%. Jangan sampai kenaikan ini akan makin memberatkan tulang punggung ekonomi tanah air.
Kenaikan tarif
listrik tentu akan berdampak pada penghematan subsidi,mencapai Rp 7 triliun. Kalau kita Mengutip dokumen
Statistik PLN 2018, pendapatan untuk kelompok pelanggan rumah tangga di tahun
lalu mencapai Rp 107,8 triliun. Sementara itu pada periode yang sama,
pendapatan dari jenis tegangan rendah mencapai Rp 158,7 triliun
Kenaikan tarif
listrik juga perlu mempertimbangkan harga batu bara, minyak serta gas, tak bisa
seenaknya.
Menurut laporan Energy Information Agency (EIA), harga batu bara tahun depan diperkirakan lebih rendah dibanding tahun ini dan berada pada US$ 70/ton.
Sementara untuk harga minyak jenis Brent diprediksikan juga lebih rendah dibanding tahun lalu pada US$ 62/barel
Menurut laporan Energy Information Agency (EIA), harga batu bara tahun depan diperkirakan lebih rendah dibanding tahun ini dan berada pada US$ 70/ton.
Sementara untuk harga minyak jenis Brent diprediksikan juga lebih rendah dibanding tahun lalu pada US$ 62/barel
Walaupun Kenaikan
tarif diberlakukan untuk masyarakat yang mampu, tetap harus diperhatikan
betul pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat tanah air.
Definisi 'mampu' haruslah jelas, dipertimbangkan dan dikalkulasi secara matang dampaknya apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang serba tidak pasti akibat perang dagang AS-Cina dan juga tensi geopolitik yang tinggi di berbagai wilayah.
Jangan sampai kebijakan ini justru malah memberatkan tulang punggung ekonomi dalam negeri. Karena jika terus dipaksakan bisa terjadi Cost Inflation seperti Amerika serikat tahun 1929-1935.
Definisi 'mampu' haruslah jelas, dipertimbangkan dan dikalkulasi secara matang dampaknya apalagi di tengah kondisi ekonomi global yang serba tidak pasti akibat perang dagang AS-Cina dan juga tensi geopolitik yang tinggi di berbagai wilayah.
Jangan sampai kebijakan ini justru malah memberatkan tulang punggung ekonomi dalam negeri. Karena jika terus dipaksakan bisa terjadi Cost Inflation seperti Amerika serikat tahun 1929-1935.
Oleh karena itu selayaknya
Kenaikan tarif di 2020 ditunda dulu agar daya beli yang turun tidak akan menggerogoti
pertumbuhan ekonomi lebih dalam.
