Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pernah memprediksi kurs rupiah bisa di bawah Rp10.000 per dolar AS. dikatakan hal itu terjadi seiring dengan membaiknya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia dalam tiga tahun ke depan.
"Rupiah bisa di bawah Rp10 ribu per dolar AS, cadangan dolar AS naik. Ekonomi tumbuh ke depan," kata Luhut di kantornya, pada Selasa 3 desember 2019.
Dengan yakinnya ia memperkirakan CAD dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa ditekan ke kisaran US$1 miliar. Sebagai catatan, data terakhir Bank Indonesia (BI) menunjukkan defisit transaksi berjalan kuartal III 2019 mencapai US$7,7 miliar atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kembali menurut Luhut, perbaikan defisit akan didukung oleh implementasi program mandatori campuran biodiesel 20 persen ke minyak solar (B20) dan mandatori program biodiesel 30 persen ke minyak solar (B30).
Lihat juga:Luhut Yakin Ledakan Monas Takkan Bikin Investor Asing Kabur
"B20 kan bisa mengurangi impor energi 25 persen, jadi impor energi bisa berkurang 25 persen," ujarnya.
Sementara, ia memperkirakan program B30 bisa menurunkan impor energi hingga 35 persen. Diketahui, program B20 sudah berjalan sejak 1 September 2018 dan B30 akan mulai diterapkan tahun depan.
Selain itu, perbaikan CAD juga akan ditopang oleh potensi kenaikan ekspor dalam dua tahun ke depan. Beberapa komoditas ekspor yang akan naik, kata Luhut adalah baja, katode, baterai lithium.
"Saya lihat tidak ada masalah lagi," imbuhnya.
Pernyataan luhut di bulan Desember tersebut Ditanaykan Kemabli oleh Fadli zon dalam akun twitternya. Karena kondisi saat ini malah sebaliknya, dollar saat ini mencapai 16.000 rupiah lebih.
