Surat kabar Express, media kepunyaan orang terkaya dunia saat ini, Jeff Bezos, gulung tikar. Surat kabar Express di terbitkan Washington Pos ini mengalami PHK semua karyawanya.
Selama 16 tahun beredar media cetak yang diberikan secara gratis. Pembaca setianya adalah para pengguna sarana transportasi umum di kota Washington. Alasan penutupan adalah tren baca berita sudah pindah ke internet serta seretnya iklan.
Di Indonesia juga sudah mulai terasa situasi ini, oleh media besar seperti kompas, jawa pos group. Kenaikan oplah justru berada pada surat kabar daerah saja. Itupun terbatas dan akan mengalami kejenuhan pula.
Hal inilah yang menyebabkan bebarapa media menyiapkan kabar Onlne, bukan surat kabar lagi. Surat kabar kompas yang turun terus Oplahnya, kemungkianna akan tutup juaga, begitupun dengan media surat kabar yang lain.
Pola membaca generasi milenialpun berbeda dengan generasi baby boomer yang biasa membaca denagn panjang panjang. Generasi milenial saat ini lebih menyukai tulisan singkat, dan to the poin.
Oleh karena itu berita beriat mendalam sudah tidak laku lagi, mereka ingin judulnya diperbanyak, ketimbang tulisan dipanjangkan dengan detailnya.
Novelpun pada akhirnya memiliki pola yang sama dengan dengan kabar online.