Status virus corona menjadi pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3/2020) kemarin, rupanya berdampak serius ke berbagai aspek, salah satunya ekonomi.
Negara yang terdampak paling besar adalah Iran. Pada Kamis (12/3/2020) waktu setempat, pemerintah Iran mengatakan mereka sedang mencari bantuan keuangan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) untuk membantunya memerangi virus corona. padahal Iran selama ini anti utang dan termasuk negara yang tidak memiliki utang.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan di Twitter bahwa "Bank sentral kami meminta akses" ke Instrumen Pembiayaan Cepat IMF (RFI). Ia juga mendesak dewan dana untuk menanggapi permintaan Iran "secara bertanggung jawab".
Lebih lanjut, Kepala Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati menulis di halaman Instagram-nya bahwa "dalam sebuah surat yang ditujukan kepada kepala IMF, saya telah meminta lima miliar dolar AS dari dana darurat RFI untuk membantu perjuangan kami melawan virus corona".
IMF sendiri dikabarkan belum meminjamkan uang kepada Iran sejak 1962.
Sejauh ini iran sudah memiliki kasus terkonfirmasi corona sebanyak 10.075, dengan 439 kasus kematian, dan 2.959 kasus berhasil disembuhkan.
Padahal selama ini Iran membantu keuangan rezim Bashar Al asad, Houti di Yaman. Syriah di Iraq. dan lainya. Sementara rakyatnya banyak menderita akibat pencabutan subsidi yang dilakukan Iran.
Gelomabng protes masyarkat iran usdah mulai nampak setahun belakangn ini, karena negri para mullah ini bertindak otoriter terhadap rakyatnya.
Padahal selama ini Iran membantu keuangan rezim Bashar Al asad, Houti di Yaman. Syriah di Iraq. dan lainya. Sementara rakyatnya banyak menderita akibat pencabutan subsidi yang dilakukan Iran.
Gelomabng protes masyarkat iran usdah mulai nampak setahun belakangn ini, karena negri para mullah ini bertindak otoriter terhadap rakyatnya.
